Translate

Sunday, November 21, 2021

Obyek wisata rohani. Di kab. Waropen. Kususnya pulau Nau.

Disini kita akan menyaksikan cerita perjalanan

Kisah perjalanan Tuhan Yesus.
Mulai dari kelahiran sampai dengan kenaikan yang di gambarkan dalam bentuk patung.

Disini kita akan merasakan suasana cerita yang berbeda dan sangat menyentuh kita..bagaimana cerita perjalanan Tuhan Kita Yesus.  Yang di ceritakan dalam bentuk karya seni patung dan tuguh tuguh..yang di buat di pingiran pingiran pantay yang tertata dengan rapinya. Dan indah.

Di sini kita akan merasakan nuansa yang berbeda karena selain pulau yang indah. Karya seni dan cerita Agama yang menyatu dalam kalbu. Kita juga merasakan suasana pantai- pantai yang indah dan tenang.

Saran penulis. Sempatkan diri kalian untuk merasakan nuansa pulau Nau.kab.waropen

Perjalanan ke pulau nau. Cukup melewati. Kab. Yapen dan kita menggunakan taksi laut. Se harga 100.000 ribu. Menuju kab. Waropen. Yang memakan waktu kurang lebih 2. jam.  Dan seterusnya ke pulau nau yang memakan waktu kurang lebih 1 jam. Maka kita akan merasakan keindahan surga kecil dan nuansa spiritual yang kental di pulau Nau.kab.waropen
dengan kentalnya nuansa rohani juga lokal di pulau tersebut sangat ramah seakan menyempurnakan nuansa spiritual di tempat ini.

darblog.

Tuguh patung TUHAN YESUS yang telah kita lihat di dalam gambar ini menggambarkar nuansa spiritual yang sangat kental di wisata rohani pulau nau ini, dengan urutan urutan perjalanan TUHAN YESUS yang di ceritakan dalam bentuk patung patung,,yang rapi dan berkesan, urutan mulai dari kelahiran,smapai penyaliban TUHAN, tertata dengan rapi di atas hamparan bebatuan bukit indah di pulau ini, selain dari penataan yang rapi kita juga bisa melihat pemandangan yang indah dari atas gunung ke hamparan laut yang biru dan indah, yang menambah ketenangan dan kenyamanan di tempat ini. 
sekiranya demikian dulu penyampaian penulis untuk bisa merasakan sendiri silahkan sempatkan diri untuk datang mengunjungi tempat ini.

terima kasi atas kunjungaya salam,,,

Cara meracun ikan tradisional di papua

 

Cara meracun ikan tradisional ala Papuan yang sering kita sebut dengan BOBATU kita sering mendengar kata ini di kalangan masyarakat papua kususnya di daerah pesisir. Bobatu sendiri mengandung arti ( meracun ikan menggunakan racun tradisional  ). Bobatu ini sering di gunakan saat mama Papuan atau anak mudah yang sedang mencari ikan di pantai saat air laut surut, atau akrab di sebut (bameti ) kata yang di dengan dialek baghasa dari papua.

 

Oke kita kembali membahas cara meracun ikan memnggunakan racun tradisional. Di mana kita membutuhkan bahanya seperti akar bore atau sering di sebut akar bobatu adalah sejenis pohon yang tumbuh umum di hutan dan merambat seperti tali di tanah yang mermbat yang juga di kenal dengan nama akar TUBA,  dengan nama latin ( Drris elliptica).

 

Tumbuhan ini kemudian di cabut lalu yang kita ambil adalah akarnya yang nantinya di tumbuk dan di taruh di balik karang laut atau batuan laut yang di curigai ada ikanya biarkan satu jam dan kemudian di periksa maka  kita akan melihat hasil nya seperti ikan yang telah kelur dari balik batua karang dengan keadaan pusing atau mabuk,

Dan karna efeknya hanya sementara membuat ikan mabuk yang di sebabkan oleh getah akar tubah itu maka kita harus cepat menangkapnya

 

Untuk mengkonsumsi ikan tersebut cukup dengan kita membersikan perut, insan dan kepala ikan itu makan di pastikan ikan tersebut sdh siap di masak dan di makan.

 

Cara ini telah di lakukan dari dahulu oleh orangtua kita jaman dulu, sampai sekarng, dan semuanya aman saja tidak ada yang mengalami keracuna akibat memakan ikat hasil bobatu tersebut.

 

 

Yanh sekian dulu informasi dari penulis untuk para pembaca sekalian.